Siang hari yang terik di hari minggu, gue, andin, and lia nongkrong di
perpustakaan Desa sambil nunggu andin, sebenernya kita kesini mau buat
tugas, mumpung ada WiFi gratis ๐.
"aduhh kalo nunggu si yudi , pasti lama banget,
kebiasaan banget ni anak, bikin gue Esmosi aja ๐ "
gerutu lia sambil memasang muka yang gak enak di
pandang, bisa dibilang mirip sama Nyi Pelet (mak lampir) gitu deh.๐๐
" diem aja deh, nanti juga nongol tuh anak"
kata gue sambil mencoba menenangkan lia.
tak lama setelah gue ngomong, si nyingnying datang
sambil setengah berlari dengan nafas terhenga-henga menghampiri kami, dan
langsung duduk disamping gue.
"kenapa loe yong? udah kayak dikejar setan
aja." tanya lia.
tapi yudi tidak bisa menjawab karena hidungnya yang
pesek menghambat jalur masuknya udara.
"hadehh capek banget gue" kata yudi sambil
terhenga-henga.
"eleleeeh.. nie anak, gue tanya malah gak
dijawab" kata lia sambil melotot kearah yudi.
"udah deh tenangin dulu yudinya, kan
kasihan ngosngosan, nih minum.." kata andin sambil menyodorkan botol
air minum kearah yudi.
"hadehh..sialan capek banget" gerutu yudi.
"emangnya kenapa sih yong, kok lari-larian gitu?,
udah kaya habis di kejar setan aja." kata andin, sanbil mengambil botol
air minumnya.
"iya, tumben banget, loe udah kaya habis
lari maraton aja." sambung lia.
"hadeh gini ceritanya, waktu gw mau jalan kesini,
di perempatan pas di bawah lampu merah gw di kejar-kejar sama
cewek..." kata yudi dengan gaya lebaynya.
"loe udah gak normal ya, masak dikejar cewek
malah lari?, harusnya loe bersyukur , setidaknya dengan tampang loe yang gak
ganteng-ganteng banget, loe masih dikasih keberuntungan untuk bisa menikmati
gimana rasanya dikejar-kejar sama cewek cantik, hahahahahahaha" kata gue
dengan pedenya dan disambung tawa gue yang menggelegar. semu orang
tertawa kecuali yudi.
" iya kalo itu cewek normal, tapi masalahya tuh
cewek, CEWEK GILA tau !!!" kata yudi dengan mata yang melotot bahkan
sampai mendahului hidungya yang pesek.
"apa, jadi loe dikejar cewek gila, hadehh apes bener
idupnya loe yong, emang hidup loe diprogram buat ngerasain kesialan
mungkin." kata lia yang bermaksud bercanda.
"sialan loe, emannya gw robot bisa di program,
lebay deh loe." kata yudi membantah.
tak lama setelah itu petuggas perpustakaan yang
bertugas hari itu, datang menghampiri kami.
" adik-adik yang mau belajar dimohon untuk
belajar aja, jangan ribut dan ingat selama masih ada di dalam ruang membaca
harus menepati tata tertib yang berlaku di perpustakaan. apa bisa
dimengerti?" kata pustakawan yang sok ganteng itu sambil menunjuk kearah
tata tertib perpustakaan yang tertempel di tembok di sebelah kami, sebenarnya
gue keberatan, sama gayanya yang nyebelin itu, tapi mau gimana lagi
perpustakaan ini kan bukan punya kami berempat, dan ada banyak orang yang tanpa
di sadarai semuanya menengok ke arah kami. setelah pengawas itu pergi kami
melanjutkan pembuatan tugas kami, dan melupakan masalah yang dihadapi prayudi
untuk sejenak.
***
selesai mengerjakan tugas, kami pun nongkrong di
warcap (sebutan kami untuk warung capcin langganan kami)
"buk capcin 4 satu jangan dikasi cincau satunya
lagi cincaunya yang banyak, yang 2 lagi biasa aja." kata lia lantang.
"ok. sip" sahut ibu dewi.
setelah beberapa menitseorang wanita cantik mendatangi
kami dan terlihat membawa 4 buah capcin.
"ehh liat deh, siapa nih cewek tumben
keliatan" kata lia yang penasaran.
" iya loe bener long, dia siapa ya?
kayaknya anak bu dewi" sambung gw.
"tapi kenapa baru kelihatan" kata andin
sambil berbisik-bisik.
kami bertiga berdiskusi sambil berbisik, kecuali yudi
yang asik dengan smartphone-nya.
"heeekem.. maaf kakak kakak yang sedang diskusi,
ini pesanannya silahkan dinikmati." kata cewek baru itu dengan nada yang
sedikit menyindir kami yang sedang ngomongin dia.
"ehh.. maaf ya dik, terima kasih ya" kata
gue dengan malu-malu.
kami pun mengambil capcin kami masing-masing,
lagi-lagi kecuali yudi , dia masih asik sama smartphone-nya.
"ehh yong. ni capcin loe." kata gw yang
sedikit elfeel sama dia, karna dari tadi kami bertiga merasa di acuhkan, dasar
nyingnying.
ya loe taruh aja entar gw minum kalo kalian mau minum
duluan, minum aja." kata yudi tanpa melihat kami sekalipun. tiba-tiba saat
kami asik minum capcin, andin bicara sama yudi buat mengalihkan perhatiannya
dari smartphone-nya.
"woy, yud, dari pm BBM-nya kamu kelihatannya kamu
bahagia banget, kenapa pasti kamu naksir sama cewek." kata andin.
"tau aja loe ndin, gw lagi PDKT sama cewek cantik
nih namanya wulan, diabilang tinggal didaerah sini sih" sahut prayudi.
"gimana ceweknya cantik gak, liatin dong DP
BBM,." kata gw penasaran.
" nihh coba loe liat pasti terpesona, cantik
banget." kata yudi dengan pede-nya dan memperlihatkan photonya kepada kami
semua.
"biasa aja," kata lia dengan nada yang cuek.
"lumayan cocok buat kamu" kata gw menyemangati
yudi, maklum karna yudi gak pernah punya pacar sebelumnya.
" tapi tunggu dulu, kayaknya aku pernahliat nih
cewek, tapi dimana yaa?" kata andin menyela.
"iya aku juga, kayaknya pernah liat, tapi
dimana?" sambung gw.
"aku tau" kata andin semagat sambil
menunjukan jari telunjuknya.
"diakan anak yang tadi!!" kata gue dan andin
kompak.
" bener gak salah lagi, itu cewek yang
tadi." sambung gw.
"hihihi, dasar,, selera yudi emang tinggi,
seleranya sama anak dangang capcin." ejek lia sambil meminum capcinya.
"masak sih, loe gak ngeliat tadi dia yang bawain
capcin tadi" terang gw sekali lagi.
"masak sih, tapi gak papa, walau anak dagang
capcin, tapi cantik. tetep gue cinta sama dia." kata yudi dengan nada sok
sweet.
"loe ini emang the best yong. Loe gak memandang
dari mana dan siapa orang yang loe suka. Pokoknya TOP BGT dehh” kata gue
menyemangati yudi.
“makasi yah, loe emang sahabat gue yang paling
perhatian sama gue.” Sahut prayudi, dan memuji gue.
“allahh biasa aja deh, lebay banget sih.” Sela lia yang
mengejek yudi dan gue. Andin hanya diam dan geleng-geleng kepala sambil
nyeruput capcin-nya.
“loe jelous ya
long, jujur aja deh, sebenernya loe jelous kan long?” kata yudi yang
menggoda lia.
“sembarangan aja loe nyiing, gw gak bakalan pernah
suka sama nyingnying pesek kayak loe itu” bantah lia sambil menghina yudi.
“eh.. gw cuman bercanda ya long, gak usah pakek nyolot
kayak begitu, emang loe cantik, dasar gajah bengkak berleher angsa.” Balas yudi
yang tidak terima dengan perkataan lia.
“elleh..elleh kalian ini kalo udah masalah
hina-menghina, kalian emang jagonya, emang loe ini kenapa sih long, kok tumben
sensi kaya gini?.” Kata gue menengahi sambil menanyakan apa yng terjadi sama
lia.
“gak tau, kalo denger orang lagi jatuh cinta,
bawaannya mau gebug aja.” Kata lia sambil memegang tinju-nya bak preman yang
mau ngajar orang.
“gue tau permasalahannya..” kata andin sambil mengajak
lia berbisik dan ditutup anggukan lia.
“oohh, pantesan aja lia sensi, dia lagi “M” sih, ya
kan long?” terang andin sambil menegaskan kembali pernyataannya.
“oohh.. sorry ya long, gw yang salah seharusnya gue
gak, mancing emosi loe tadi.” Kata yudi dengan nada menyesal.
“iya gak papa kok gue juga yang salah, gue gak bisa
ngontrol emosi gue. Maaf ya?” sahut lia sambil meminta maaf sama lia.
“yaa. Gak papa kok. Kata yud dengan tampang rendah
diri.
“nah.. gitu dong, kita kan friend, kalo ada masalah
kayak gini, kita selesaikan dengan cara kekeluargaan, jangan dengan cara saling
hina-menghina. Itu gak ada gunanya dan gak membuat masalah itu selesai tapai
membuat masalahnya jadi makin runyam kaya es campur” kata gue dengan nada sok
pintar.
“yaudah kita lanjutin aja minum capcinnya.” Ajak andi
sambil senyum.
Di sela kebahagiaan kami, anak bu dewi yang tadi
nganterin capcin datang menghampiri kami sambil membawa satu gelas capcin. Dia mendekati
yudi.
“ini buat kamu” katanya singkat, lalu pergi
meninggalkan kami dan masuk ke rumahnya.
Kami semua hanya diam keheranan, dan tiba-tiba hp yudi
berdering “CUNGKLING !!”
“siapa tuh di ?” tanya andin kepo.
“entar-entar gue mau cek” sahutyudi sambil merogoh
saku celananya, dan membuka hp dan membaca pesannya.
[ yudi jawaban ku ada di dalem botol capcin
yang aku kasih tadi, kalo kamu mau tau jawabannya kamu harus buka penutp
gelasnya ! ]
Ya sekilas kaya gitu deh isi dari pesan singkat yang
di kirim wulan lewat BBM-nya. Sontak secepat kilat yudi membuka capcin yang diberikan
wulan tadi dengan kecepatan penuh. Saat semua pembungkus terbuka tibalah
saat-saat yang menentukan hidup dan matinya yudi (ciieilehh lebay). Perlahan yudi
membuka tutup gelas capcinya. Yang membuat kami semua degdegan
“cepet, cepet, cepet” kata andin gak sabaran sambil
berbisik-bisik.
“aduuh cepetan dong bukanya, sini gue aja yang
bukainnya” sela lia ditengah ketegangan kami semua , lalu dia mengambil tutup
gelas yang masih di pegang yudi dan masih setengah terpasang di bibir gela. Dengan
cepat dia menarik tutup capcin, dan..
“hhaaaa???” kata gue, andin dan lia kompak.
“gu...gu..gue d..d..di t..t..terima.?” kata yudi
terbatabata karena shock berat.
Ternyata oh ternyata yudi diterima jadi pacar wulan
dilihat dari kertas yang ada diatas capcin yang bertuiskan kata “ya”, gue ngerasa
ikut seneng karna, wulan udah jadi cinta pertama yudi.
“waaahh akhirnya loe punya pacar juga yong. Selamet ya”
kata lia.
Tak lama kemudian wulan datang bersama ibunya.
“hai.. kakak-kakak” katanya sambil melambaikan
tangannya.
“hay juga “ kata kami.
“tadi kamu beneran ya gak bercanda kan?” kata yudi meminta
penjelaskan.
“iya, wulan sudah cerita sama ibu, kalo dia di tembak
sama kamu, jadi keputusan ibu merestui kalian. Karna ibu pikir dari cowok-cowok
yang pernah mau deketin wulan semuanya cowok-cowok yang gak bener. Setelah ibu
tau kamu suka sama wulan ibu langsung katakan “ya” kamu memang pantas buat
wulan karna kamu anak yang baik-baik, terlihat dari cara bergaulnya kamu yang
gak sembarangan, kamu terkenal rajin jadi kamu memang pantas buat jadi pacarnya
wulan.” Kata bu dewi dengan panjang lebar.
“ooww.. jadi yang buatin capcin spesial buat yudi tadi
itu ibu ya ?” tanya gw lagi.
“iya dong” sahut bu dewi dengan pede-nya.
“jadi gimana ni bu keputusannya?” taya lia lagi untuk
memastikan.
“ jadi pada pukul 15 : 35 wita , hari minggu, di depan
warcap bu dewi, yudi dan wulan resmi pacaran dan ibu menyetujuinya” kata bu
dewi sambil memegang tangan wulan dan yudi.
“tapi ingat pacaran yang sehat ya” tambah bu dewi
sekali lagi.
“ya pasti lah bu.” Kata yudi dengan mantap.
“yaa dengan itu, status BBM yudi gak pernah alone lagi
deh.. hahaha” kata andin.
“ betul betul betul” sambung lia dan ikut tertawa
bersama andin.
“makasi ya bu dewi sudah kasi kepercayaan kepada saya
buat menjaga wulan dan jadi pacar saya. Sekali lagi makasi ya bu. “ kata yudi
dengan sopan.
“yaa, ibu percaya sama kamu yud, tolong jaga wulan
jangan kecewain dia ya?” sahut bu dewi.
“ya bu” kata yudi.
“nah, sekarang ibu mau lanjutin dagang dulu ya?,”
“ya bu,” “ok. Bu” “ sip lah” sahut kami barengan.
Bu dewi pun pergi meninggalkan kami untuk melanjutkan
untuk berdagang lagi.
“ehh yud ajak ngomong dong wulannya, kasian diem aja
dari tadi. “ kata lia menggoda
Wulan tersenyum malu-malu.
“kenapa loe jadi salting gitu sih yong?” tanya gue.
“ udah gak apapa ini kan cinta pertama kamu, wajar
kok, nanti juga terbiasa.” Kata andin menenangkan yudi.
“ mana ada sih gw salting, biasa aja kok?” katayudi
sambil mengenggaruk-garuk kepalanya.
“Dengan itu anggota geng kita yang bernama prayudi
alias ceyong sudah pernah ngerasain yang namanya cinta pertama.” Kata gue dengan
keras dan di tutup dengan tawa kami berlima.
bersambung...
#nantikan plot cerita barunya lagi ya?? bye..







0 komentar:
Posting Komentar